Satu Hari Tanpa Bunga

 

Aku ingin menangis, menutup wajahku dibawah bantal dan menutupi seluruh tubuhku dengan selimut, mematikan lampu dan menghanyutkan diri diantara setumpuk kesalahanku. Sampai sekarang pun rasa sakit itu masih terasa, merasuk ke tulang, mengalir dalam darahku dan bernaung di dalam jiwa. Sampai kapan aku harus begini? Di tengah kebimbangan akan rasa hati yang ingin menyambutmu atau ingin meninggalkanmu?  Aku butuh waktu untuk itu semua, untuk keputusan terbaik yang aku ambil. Aku tidak ingin menyakiti hatimu, aku tidak ingin melihat duka diwajahmu. Biarkan senyum itu dapat terus kulihat walau mungkin itu bukan untukku, aku sudah cukup puas untuk dapat melihatnya walaupun tak dapat menyentuh, menikmati dan memilikinya....lagi.

Dari seluruh waktuku bersamamu...satu hari tanpa bunga, hanya hari ini yang seperti itu. Masih hangat diingatanku bagaimana kemesraan yang kauberi, bagaimana cinta yang kau umbar kesemua orang, tetapi kenapa aku? kenapa harus aku yang menerima semua kenyataan pahit ini. Masih kuingat bagaimana kita bertemu waktu itu, di kali pertama kau mengecup manis bibirku, memelukku seakan aku dilindungi dari semua musuh di jagad raya ini, tapi mengapa semua ini bisa berubah secepat malam berganti pagi?

Aku ingat kata-katamu "Kasih yang telah menjadi dingin" lalu kubalas dengan "Hanya yang pernah merasakannya, tahu duri dalam dagingku" sesulit inikah kita untuk menyatukan pola pikir kita? Apalah gunanya cinta kalau itu hanya menyakitkan dan menjadi hambatan, apalah gunanya cinta kalau ternyata selama ini ada hal-hal yang tidak diungkapkan lalu menjadi batu dihati kita. Ingin aku ucapkan "biarkan semua ini mengalir apa adanya" tapi sampai kapan harus begitu? Bagaimana jika sungainya kering? Apa lagi yang harus kita alirkan? Bantulah aku untuk mengerti apa yang kau harapkan dariku, dan apa yang terbaik untuk kita. Kata orang cinta tidak harus memiliki, tetapi dengan tidak memilikimu itu adalah sakit bagiku.

Kuharap kau mengerti, mulai hari ini betapa sakitnya aku,  entah bagaimana bisa kudapatkan obat hati ini, karena sudah kau beri aku "SATU HARI TANPA BUNGA".

 

*abaikan*

*ceritayangtidakadaawaldanakhirnya*

 

with love,

Win

 
 
 
 

 
 
 
 
Title website anda
Pilihan Bahasa